Archive for May, 2007

Jangan tunggu esok …..

Sunday, May 27th, 2007

Apa yang ingin saya sampaikan adalah "waktu tidak pernah berhenti".. Sementara
kamu terus maju dan maju dan ketika baru menyadari, ternyata kamu telah maju
terlalu jauh…..

Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah! atau
kamu akan kehilangan…

Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman
kamu, jangan ragu-ragu untuk meneleponnya segera.

Jika kamu merasa ingin
bilang kepada seseorang bahwa kamu sayang dan cinta dia, jangan tunggu sampai
terlambat. Jika kamu terus pikir bahwa lain hari baru akan memberitahu dia,
mungkin hari itu tidak pernah akan datang.

Jika seseorang masih menunggu
dan mencintaimu, mungkin dia cinta sejatimu. Jangan pernah abaikan. Karena
mungkin ia tak akan menunggumu selamanya. Dan baru kamu sadari setelah kamu
benar-benar kehilangan dan dia tak lagi disana menunggumu.

Jika kamu
selalu pikir bahwa hari esok akan datang, maka "besok" akan pergi begitu
cepatnya hingga kamu sadar bahwa waktu telah meninggalkanmu…

Jangan
tunggu esok jika kamu masih memilikinya hari ini…..

Pilihan, Kesempatan atau..?

Sunday, May 27th, 2007

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di
tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan.

Ketika kita bertemu
dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu
kesempatan.

Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah
kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan
dengan segala kekurangannya, > Itu bukan kesempatan, itu adalah
pilihan.

Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun
yang terjadi, Itu adalah pilihan.

Bahkan ketika kita menyadari bahwa
masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada
pasanganmu

Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah
pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada
kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita
lakukan.

Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi
mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita
lakukan.

Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna
untuk dicintai TETAPI untuk
belajar mencintai orang yang tidak sempurna
dengan cara yang sempurna.

Belajar Mencintai Dari Cicak

Sunday, May 27th, 2007

Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok.
Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang terbuat dari
kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor cicak terperangkap
diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah surat. Dia merasa
kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek surat itu, ternyata surat
tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.
Apa yang terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap
selama 10 tahun??? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak
sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.

Orang
itu lalu berpikir, bagaimana cicak itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun
tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada surat itu! Orang itu
lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan cicak itu, apa yang dilakukan
dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. Kemudian, tidak tahu darimana
datangnya, seekor cicak lain muncul dengan makanan di mulutnya…. AHHHH! Orang
itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor cicak lain yang selalu
memperhatikan cicak yang terperangkap itu selama 10 tahun.

Sungguh ini
sebuah cinta…cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang
kecil seperti dua ekor cicak itu. apa yang dapat dilakukan oleh cinta? tentu
saja sebuah keajaiban. Bayangkan, cicak itu tidak pernah menyerah dan tidak
pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. bayangkan bagaimana
hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan. Saya
tersentuh ketika mendengar cerita ini. Lalu saya mulai berpikir tentang hubungan
yang terjalin antara keluarga, teman, kekasih, saudara
lelaki, saudara
perempuan… .. Seiring dengan berkembangnya teknologi, akses kita untuk
mendapatkan informasi berkembang sangat cepat. Tapi tak peduli sejauh apa jarak
diantara kita, berusahalah semampumu untuk tetap
dekat dengan orang-orang
yang kita kasihi. JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG ANDA KASIHI!!!

Perjalanan Bersama Malaikat

Sunday, May 27th, 2007

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan
menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh
dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja
pertama dan berkata, " Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan
yang ditujukan pada Allah diterima". Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan
aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang
memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di
seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor
yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata,
"Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini kemuliaan dan berkat yang
diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang
memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak
malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang
dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan
perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan
berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat
mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak
melakukan apapun. "Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku
pelan. Dia tampak malu. "Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan
disini?", tanyaku. "Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. " Setelah manusia
menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan
pernyataan terima kasih". "Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat
Tuhan?", tanyaku. "Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata, "Terima
kasih, Tuhan’ ".

"Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri",
tanyaku. Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es,
pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka
engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini."Jika engkau memiliki uang di
bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8%
kesejahteraan dunia.

"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer
mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu. Juga….
"Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan
… engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak
dapat bertahan hidup hingga hari ini.

"Jika engkau tidak pernah mengalami
ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau
kelaparan yang amat sangat Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di
dunia".

"Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan
pernikahan … maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.

Jika engkau
masih bisa mencintai … maka engkau termasuk orang yang besar, Karena cinta
adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun

"Jika engkau dapat
menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan,
engkau unik ibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan
keputusasaan.

"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima
berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa
engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih diberkati
daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat
membaca
sama sekali".

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang
telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini
ke semua teman-teman-mu untuk mengingatkan mereka betapa. diberkatinya kita
semua. "Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, ‘Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu’
".

Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih. "Terima kasih,
Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anugerahmu berupa kemampuan untuk menerjemahkan
dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa
untuk saling berbagi".

Tuhan Menciptakan Kejahatan? (kisah nyata)

Sunday, May 27th, 2007

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”. Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi. “Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.” Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”
“Tentu saja,” jawab si Profesor Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?” “Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya. Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?” Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.” Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?” Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam. Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

Berkorban Itu Indah

Sunday, May 27th, 2007

Tlah 2 musim hujan berlalu sehingga di mana-mana tampak pepohonan menghijau.
Keliatan seekor ulat di antara dedaunan yg menghijau bergoyang-goyang di terpa
angin. ”Apa kabar daun hijau” katanya …..
Tersentak daun hijau menoleh
kearah suara yg datang. ”Ohh…kamu ulat , badanmu keliatan kurus dan
kecil…mengapa ?” tanya daun hijau. ”Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan
untuk makananku , bolehkan engkau membantuku sahabat ? ” kata ulat kecil.
”Tentu….tentu, dekatlah kemari ,’daun hijau berpikir ‘ Jika aku memberikan
sedikit saja daunku ini untuk makanan si ulat, aku akan tetap hijau . Hanya saja
aku akan keliatan berlobang-lobang…tapi tak apalah .”

Perlahan-lahan
ulat menggerakkan tubuhnya menuju ke daun hijau. Setelah makan dengan kenyang
ulat berterima kasih kepada daun hijau yg telah merelakan sebagian tubuhnya
menjadi makanan si ulat. Ketika ulat mengucapkan terima kasih kepada sahabat yg
penuh kasih dan pengorbanan itu , ada rasa puas di dalam diri daun hijau .
Sekali pun tubuhnya kini berlobang di sana sini namun ia bahagia dapat melakukan
sesuatu bagi ulat kecil yg lapar. Tidak lama berselang ketika musim panas datang
daun hijau menjadi kering dan berubah warna . Akhirnya ia jatuh ketanah di sapu
orang dan dibakar .

Renungan……
Apa yg berarti di kehidupan kita
sehingga kita enggan berkorban sedikit saja bagi sesama ? Nahh……akhirnya
semua yg ada akan mati bagi sesamanya yg tidak menutup mata ketika sesamanya
dalam kesukaran. Yang tidak membelakangi dan seolah tidak mendengar ketika
sesamanya berteriak meminta tolong. Ia rela melakukan sesuatu untuk kepentingan
orang lain dan sejenak melupakan kepentingan diri sendiri .

Merelakan
kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi orang lain memang tidak mudah,
tetapi indah. Ketika berkorban diri kita sendiri mnjadi seperti daun hijau yg
berlobang namun sebenarnya itu tidak mempengaruhi kehidupan kita, kita akan
tetap hijau …Tuhan akan tetap memberkati dan memelihara kita .